<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Net Zero on Isu Minyak dan Gas Dunia</title><link>https://minyakgas.com/tags/net-zero/</link><description>Recent content in Net Zero on Isu Minyak dan Gas Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://minyakgas.com/tags/net-zero/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Transisi Energi: Masa Depan Industri Minyak dan Gas di Persimpangan Jalan</title><link>https://minyakgas.com/posts/transisi-energi-masa-depan-industri-migas/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/transisi-energi-masa-depan-industri-migas/</guid><description>&lt;p&gt;Industri minyak dan gas global berada di titik infleksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarahnya. Di satu sisi, demand untuk energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi dunia. Di sisi lain, tekanan untuk mengurangi emisi karbon dan mencegah perubahan iklim katastrofik menciptakan imperatif mendesak untuk transformasi fundamental cara dunia memproduksi dan mengonsumsi energi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="paradoks-energi-kontemporer"&gt;Paradoks Energi Kontemporer&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dunia menghadapi paradoks yang kompleks: bagaimana memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat sambil secara drastis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil? International Energy Agency memproyeksikan bahwa demand energi global akan meningkat sekitar 30% hingga 2040, didorong terutama oleh pertumbuhan ekonomi di Asia dan Afrika. Namun, Paris Agreement menetapkan target untuk membatasi pemanasan global hingga maksimal 1.5°C di atas level pra-industri, yang memerlukan pengurangan emisi global hingga nol bersih (net zero) pada pertengahan abad.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>