<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>ESG on Isu Minyak dan Gas Dunia</title><link>https://minyakgas.com/tags/esg/</link><description>Recent content in ESG on Isu Minyak dan Gas Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sun, 25 Jan 2026 14:20:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://minyakgas.com/tags/esg/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Regulasi Karbon Global: Tantangan Baru bagi Industri Minyak dan Gas</title><link>https://minyakgas.com/posts/carbon-tax-industry/</link><pubDate>Sun, 25 Jan 2026 14:20:00 +0700</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/carbon-tax-industry/</guid><description>&lt;p&gt;Lanskap energi global sedang mengalami transformasi struktural yang dipicu oleh urgensi mitigasi perubahan iklim. Industri minyak dan gas (migas), yang selama satu abad menjadi tulang punggung ekonomi dunia, kini berada di bawah pengawasan ketat regulator internasional. Implementasi regulasi karbon bukan lagi sekadar wacana kebijakan lingkungan, melainkan telah menjadi variabel finansial yang menentukan keberlangsungan bisnis.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pergeseran-dari-sukarela-ke-mandatori"&gt;Pergeseran dari Sukarela ke Mandatori&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Selama dekade terakhir, pelaporan emisi karbon sebagian besar bersifat sukarela melalui kerangka kerja seperti &lt;em&gt;Global Reporting Initiative&lt;/em&gt; (GRI). Namun, memasuki tahun 2024, terjadi pergeseran masif menuju regulasi mandatori. Negara-negara maju, dipimpin oleh Uni Eropa, telah menetapkan standar yang memaksa perusahaan migas untuk menghitung dan membayar setiap ton CO2 yang mereka lepaskan ke atmosfer.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>