<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>EBT on Isu Minyak dan Gas Dunia</title><link>https://minyakgas.com/tags/ebt/</link><description>Recent content in EBT on Isu Minyak dan Gas Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 15:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://minyakgas.com/tags/ebt/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dilema Transisi Energi: Masa Depan Investasi Sektor Hulu Migas</title><link>https://minyakgas.com/posts/energy-transition-dilemma/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 15:45:00 +0700</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/energy-transition-dilemma/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, urgensi untuk memitigasi perubahan iklim menuntut pergeseran radikal dari bahan bakar fosil menuju sumber energi bersih. Di sisi lain, realitas ekonomi global dan ketahanan energi nasional masih sangat bergantung pada pasokan hidrokarbon yang stabil. Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai &lt;strong&gt;&amp;ldquo;Dilema Transisi Energi&amp;rdquo;&lt;/strong&gt; bagi para pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="paradoks-investasi-antara-profitabilitas-dan-keberlanjutan"&gt;Paradoks Investasi: Antara Profitabilitas dan Keberlanjutan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Perusahaan migas global, mulai dari &lt;em&gt;International Oil Companies&lt;/em&gt; (IOCs) hingga &lt;em&gt;National Oil Companies&lt;/em&gt; (NOCs), menghadapi tekanan ganda. Investor menuntut kepatuhan terhadap prinsip &lt;em&gt;Environmental, Social, and Governance&lt;/em&gt; (ESG), sementara pasar tetap membutuhkan pasokan energi yang terjangkau untuk mencegah krisis ekonomi.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>