<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Dekarbonisasi on Isu Minyak dan Gas Dunia</title><link>https://minyakgas.com/tags/dekarbonisasi/</link><description>Recent content in Dekarbonisasi on Isu Minyak dan Gas Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://minyakgas.com/tags/dekarbonisasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mitigasi Risiko Investasi Stranded Assets di Sektor Fosil: Tinjauan Ekonomi di Era Transisi Energi Global</title><link>https://minyakgas.com/posts/risiko-investasi-fosil/</link><pubDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/risiko-investasi-fosil/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia saat ini tengah berada di ambang transformasi struktural terbesar sejak Revolusi Industri. Pergeseran dari sistem energi berbasis karbon menuju paradigma rendah karbon bukan lagi sekadar wacana lingkungan, melainkan sebuah realitas ekonomi yang mendisrupsi tatanan pasar global. Dalam konteks ini, istilah &lt;em&gt;stranded assets&lt;/em&gt; atau aset terdampar muncul sebagai momok yang mengancam stabilitas portofolio investasi di sektor fosil. Secara definisi, &lt;em&gt;stranded assets&lt;/em&gt; merujuk pada aset yang mengalami devaluasi prematur, penurunan nilai, atau berubah menjadi liabilitas akibat perubahan mendadak dalam kebijakan, teknologi, maupun dinamika pasar.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Dekarbonisasi Industri: Masa Depan Implementasi Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) di Asia Tenggara</title><link>https://minyakgas.com/posts/teknologi-carbon-capture-storage/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/teknologi-carbon-capture-storage/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia saat ini sedang berada dalam perlombaan melawan waktu untuk menekan kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celcius sesuai dengan Kesepakatan Paris. Di tengah desakan transisi energi, industri berat seperti semen, baja, dan petrokimia menghadapi dilema besar: mereka adalah tulang punggung ekonomi namun juga penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Di sinilah teknologi &lt;em&gt;Carbon Capture and Storage&lt;/em&gt; (CCS) muncul sebagai solusi krusial yang tidak lagi sekadar opsional, melainkan sebuah kebutuhan fundamental untuk mencapai target &lt;em&gt;net-zero emission&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Transisi Energi: Masa Depan Industri Minyak dan Gas di Persimpangan Jalan</title><link>https://minyakgas.com/posts/transisi-energi-masa-depan-industri-migas/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/transisi-energi-masa-depan-industri-migas/</guid><description>&lt;p&gt;Industri minyak dan gas global berada di titik infleksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarahnya. Di satu sisi, demand untuk energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi dunia. Di sisi lain, tekanan untuk mengurangi emisi karbon dan mencegah perubahan iklim katastrofik menciptakan imperatif mendesak untuk transformasi fundamental cara dunia memproduksi dan mengonsumsi energi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="paradoks-energi-kontemporer"&gt;Paradoks Energi Kontemporer&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dunia menghadapi paradoks yang kompleks: bagaimana memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat sambil secara drastis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil? International Energy Agency memproyeksikan bahwa demand energi global akan meningkat sekitar 30% hingga 2040, didorong terutama oleh pertumbuhan ekonomi di Asia dan Afrika. Namun, Paris Agreement menetapkan target untuk membatasi pemanasan global hingga maksimal 1.5°C di atas level pra-industri, yang memerlukan pengurangan emisi global hingga nol bersih (net zero) pada pertengahan abad.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Dilema Transisi Energi: Masa Depan Investasi Sektor Hulu Migas</title><link>https://minyakgas.com/posts/energy-transition-dilemma/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 15:45:00 +0700</pubDate><guid>https://minyakgas.com/posts/energy-transition-dilemma/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, urgensi untuk memitigasi perubahan iklim menuntut pergeseran radikal dari bahan bakar fosil menuju sumber energi bersih. Di sisi lain, realitas ekonomi global dan ketahanan energi nasional masih sangat bergantung pada pasokan hidrokarbon yang stabil. Fenomena ini menciptakan apa yang disebut sebagai &lt;strong&gt;&amp;ldquo;Dilema Transisi Energi&amp;rdquo;&lt;/strong&gt; bagi para pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="paradoks-investasi-antara-profitabilitas-dan-keberlanjutan"&gt;Paradoks Investasi: Antara Profitabilitas dan Keberlanjutan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Perusahaan migas global, mulai dari &lt;em&gt;International Oil Companies&lt;/em&gt; (IOCs) hingga &lt;em&gt;National Oil Companies&lt;/em&gt; (NOCs), menghadapi tekanan ganda. Investor menuntut kepatuhan terhadap prinsip &lt;em&gt;Environmental, Social, and Governance&lt;/em&gt; (ESG), sementara pasar tetap membutuhkan pasokan energi yang terjangkau untuk mencegah krisis ekonomi.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>